Rabu, 27 November 2013

Belakangan ini waktu berjalan terasa begitu lambat.
Tak seperti yang kukira saat aku mengemis untuk sidang dan dinyatakan lulus.
Waktu menunggu wisuda seakan lebih lama daripada saat aku kuliah selama ini.
Tak ada telepon.
Tak ada cerita.
Tak ada nasihat.
Tak ada aduanku.
Tak ada aku dengar berita dari seberang.
Mengapa begitu menyiksa? Mengapa begitu sakit? Bahkan aku lebih tak tahu harus berbuat apa.
Semua seakan membuatku seperti bayi, bayi yang ingin pelukan hangat seperti di dalam rahim.
Biasanya dengan mengerjakan sesuatu sudah membuatku lebih baik. Tapi, saat ini tidak.
Tidak untuk hal itu.
Ada kerikil yang membuatku aeakan tak mampu melaluinya. Yia, bukan batu besar, tapi kerikil. Batu [kerikil].
Temanku sudah memesan bahkan membeli tiket untuk semua keluarganya agar datang memberi ‘selamat’
Aku?
Bahkan suara mereka pun sekarang aku hampir lupa? Benarkah?
Sungguh tidak. Bahkan tiap saat yang kuingat mereka.
Aku butuh mereka. aku butuh suara mereka. Aku butuh saran mereka. aku butuh pendapat mereka. aku butuh uang mereka. aku butuh harapan mereka. aku butuh cita-cita mereka. yia, aku butuh mereka.
Ada yang mengatakan, “semakin tua maka manusia sesungguhnya semakin tidak ingin jauh dari orangtuanya”
Yia. Jika dulu aku pernah bermimpi untuk SMA di Pekan Baru, aku mendapatkan lebih dari itu. Aku bisa kuliah di Bandung. Lima tahun lebih. Dibayarin. Yiaa.. aku dapat semua.
Tapi aku mulai sadar. Bukan jauh yang kuinginkan. Bukan. Bahkan aku ingin seperti balita yang tak malu menangis di pelukan mereka. aku ingin itu.
Jujur, aku sangat takut. Aku takut. Aku takut.
Aku punya orang yang dekat dengan ku. Tapi mereka tak bisa mengganti kalian. Gak bisa. Sedekat apapun itu. Sebahagia apapun aku bersama mereka. aku ingin kalian semua.
Sekarang, pikiran kalau kalian tidak akan datang di wisudaku seakan membunuhku perlahan seperti halnya menghirup CO. Menyesakkan. Aku ingin tidak memikirkan itu, tapi tak bisa.
Yia, semua bertanya apa kalian datang? Kapan kalian datang? Apa aku akan pulang bersama kalian langsung? Bla bla bla
Dan aku hanya bisa menjawab dengan senyum terpaksa “entahlah”

Bahkan aku tidak tahu apa yang sebenarnya, apa kalian akan datang?
Yia, pikiran itu.
Itu hanya pikiran,, dan aku tidak tahu apa kenyataanya nanti?
Jika benar kalian tidak datang? Apa aku bisa tersenyum? Apa aku bisa memakai togaku? Apa bisa memindahkan tali di topiku? Siapa yang melihatku? Siapa yang mengharapkan semua itu aku lakukan? Siapa yang ingin memotoku?

Sudah 2 minggu dari sidangku.
Ada orang yang sangat ingin kudengar suaranya. Ada ucapan selamat yang kuharapkan, meski sekarang sudah dua minggu berlalu. aku masih menungggu. Menunggu. Aku butuh ucapan itu.
Yia,, aku berpikir lebih cepat dan baik saat-saat ini. Aku tidak akan marah jika kalian semua tidak datang di wisudaku, tapi aku ucapan selamat itu. Aku ingin itu secepatnya.
Terlalu beratkah hal itu?
Mengapa karakterku begitu mirip denganmu? Dan kita pun sama, tak ada yang ingin memulai.
Apakah dalam setiap kerjamu kau memikirkan ini seperti aku dalam setiap waktu (tak ada yang aku kerjakan)?
Aku tidak marah dengan ucapun malam itu. Meski malam itu aku sangat sangat berjuang, aku tidak marah. Kesalku hanya sesaat. Hanya dengan menangis beberapa jam sudah cukup. Aku tidak marah. Dan aku berdoa, berharap, di saat hari sidangku, aku mendapatkan ucapan semangat darimu (aku tahu, doamu selalu tersisip untukku).
Yia, aku bukan orang dewasa yang akan berkata panjang lebar.
Aku tak suka adu mulut.
Bahkan menulis semua ini, hanya air mata yang tak mau berhenti. Seerti hujan yang tak pernah habis hari-hari ini.
Mendungnya mengalahkan hangatnya sinar matahari, namun tetap masih ada cahaya.

Satu hal lagi yang ingin kuungkapkan. Saat ini aku bingung apa aku akan pulang atau tetap di tempatku ini. Dan ini pilihan yang berat buatku.
Aku ingat, saat bimbel, ada surat dari ITS yang sampai ke rumah. Dan itu engkau antar ke hotel (mungkin pikirmu itu sangat aku butuhkan). Tapi saat itu mungkin aku terlalu muda untuk mengerti betapa kau sangat menyayangi aku. Kau katakan yang terjadi, dan dengan gampangnya aku katakan, aku tak ingin ITS. Aku ingin UPI. Semua jurusmu kau katakan. Hingga seperti bisa, keputusan tetap ada di aku. Dan aku memtuskan UPI.
Saat itu, aku tak tahu raut apa itu. Seiring waktu berlalu, aku tahu. Itu raut kekuatiranmu kalau aku tidak bisa kuliah. Itu raut lelahmu menempuh perjalanan. Saat itu kau tidak mengatakannya. Dan aku tidak tahu.
Dan saat ini, bisakah kau ulang raut itu? Aku membutuhkan itu. Mungkin kita bisa berdiskusi layaknya orang muda. Aku ingin mendengar semua jurusmua. Dan aku akan katakan semua inginku. Hingga benar-benar kita capai kesepakatan bersama (bukan hanya aku).
Bahkan lebih dari raut itu, aku menginginkan kau memberi ucapan selamat atas yang sudah kucapai.
Bahkan lebih dari itu pula, aku kau hadir saat aku benar-benar bahagia semu di desember ini.
Maaf kala itu aku belum mengerti.
Maaf kala itu aku sama sekali belum mengerti.
Maaf kala itu aku tak ucapkan terimaksih.

Yia. Aku berharap, sesuai rencana ku (aku tak sanggup menyebutkan ini janjiku), esok berharap aku bisa mendengar suaramu. Entah siapa di antara kita yang memulai. Aku harap ini tak akan terulang lagi.
Sebelum aku akhiri dan menutup file ini sebelum aku up-load, perempuan yang bersamamu tak pernah mengajarkan aku (kami) membencimu. Bahkan aku masih ingat, waktu yang tak ingin kuingat, dia selalu menyuruhku (kami) untuk menyapamu, menjawabmu. Lebih dari itu, saat aku (kami) memberi ucapan (salam) selamat, dia selalu mengatakan ke engkau terlebih dahulu. Dia perempuan yang mengajarkanku berbaik hati.
Aku (kami) tak ingin engkau membenci dia. Dia sangat baik. Tidak benar jika kami hanya menghormatinya. Meski jujur, ada rasa lebih terhadap dia karena ketegarannya, kesetiaanya, ke-ibu-annya,semuanya. Gak ada yang bisa mengganti pelajaran itu. Gak ada. Termasuk engkau. Karna itu lah aku (kami) memiliki rasa yang labih terhadap dia. Tapi jangan cemburu, dia memberi rasa yang lebih terhadap engkau. Lebih dari yang aku (kami) beri ke dia. Jadi, sekali lagi, jangan cemburu karena kau mendapatkan rasa yang labih. Seharusnya kau bangga memiliki dia. Dan balas rasa lebih yang dia berikan kepadamu.

Aku (kami) menyayangi kalian. Tak ada yang pertama dan ke dua. Kalian satu maka aku (kami) menyayangi kalian. 

Minggu, 20 Oktober 2013

sesungguhnya warna yang kupilih

Sekarang tanggal 12 10 12. Angka yang bagus bukan?
Melihat tanggal, aku ingin menuliskan sesuatu untuk kuingat di waktu yang akan datang.
Tanggal tersebut tentu salah. Tahun ini adalah tahun 2013. Dan tanggal yang benar ialah 12 10 13. Satu tahun berlalu. Sesungguhnya, angka yang bagus ialah esok, 13 10 13.
Tapi ini bukanlah mengenai angka bagus.
Hari ini aku kembali merevisi bagian awal,,berharap fix.
Cahaya yang semula tampak semakin terang, sekarang begitu menyilaukanku. Mataku tak sanggup melihatnya. Cahaya itu tiba-tiba sangat terang. Aku pasrah, berserah. Aku menutup mata. Aku berharap cahaya itu bisa berbicara dan menunjukkan arah jalan untuk kakiku melangkah. Aku berharap, saat mataku kubuka, aku melihat semua dan tersenyum.
Itu mungkin ungkapan hatiku saat ini.
Hatiku sakit. Mataku ingin berolahraga tapi tak mampu. Kakiku ingin melangkah cepat, berlari, bahkan tak ingin menyentuh tanah. Aku ingin terbang. Terbang.
Adakah sayapku? Adakah sayap yang membuatku mampu meninggakalkan ini semua? Jujur, bukan itu yang kumau.
Aku tak mau meninggalkan semua. Semua yang begitu manis saat awalnya. Awal yang membuat kedua orangtuaku, keluargaku bangga. Yia, mereka begitu bahagia.
Sudah panjang perjalananku. Aku tak mau berhenti di sini. Aku mau sampai. Aku mau ke jalan selanjutnya.
Meski aku yang ingin menghentikannya. Tapi aku sendiri pula yang meyakinkan untuk tidak berhenti. Aku sendiri yang meyakinkan untuk menyelesaikan perjalanan dan sampai. Aku sendiri yang meyakinkan kalau aku bisa. Aku sendiri yang meyakinkan ada jalan selanjutnya yang sudah menunggu setelah aku menyelesaikan perjalanan ini. (Aku sendiri baca DIA)
Ini semua tentang..
Kemarin, waktu bimbingan dengan p’e, beliau menyinggung mengenai penggantian judul. Aku stress.. kuatir.. rasanya aku ingin bilang, aku sudah tidak mau lagi. Aku ingin segera sidang. Tapi, aku terdiam. Akhirnya beliau mengatakan, yia sudah. Saya baca dulu. Rabu revisisan ada.
Lalu saya menyinggung mengenai sidang. Beliau mengatakan, kalau saya, boleh. Tapi kan tidak saya saja. Mr.O juga.
Spontan hatiku sangat beku. Aku butuh oksigen. Aku bersyukur aku mengenal Dia. Aku masih bisa tersenyum. Jujur, malamnya aku tidak menangis.
Aku tahu, masih banyak kekurangan. Bahkan mungkin masih banyak hal yang ingin akau tanyakan. Tapi semua itu sama saja. Seandainya aku tidak jadi sidang, mungkin semua akan sama saja. Jadi mengapa aku harus tidak sidang?
Tak ada yang tahu  seperti apa hatiku sesungguhnya. Terkadang aku pun tak tahu. Bisakah aku tidak mengetahui hatiku sesungguhnya? Apa ini? Kenapa?
Hhaha.. aku suka menertawakan diriku. Itu membuatku sadar. Waras. Bahagia. Sakit. Wuaaaaa... tapi itu membuatku bahagia. Aku punya energi. Yia, aku bisa menghasilkan energi sendiri.
Tanggal 18/10 (hari jumat minggu depan) adalah hari terakhir pengumpulan draft. Senin dan selasa adalah hari libur. Rabu revisian dari dospemb1 ada. Aku enggak tahu apa hari rabu depan akan membuatku tersenyum atau menangis. Aku akan menyimpan energiku beberapa hari ini untuk hari rabu. Energiku untuk menangis atau tertawa dan menyelesaikan semuanya.
Yia, itu yia itu..
Sekarang aku mau ngebenerin diri di latar belakang. Berharap malam ini bisa fix.
Aku juga mau ngebuat power point.
Besok, Minggu jam 10 mau share dengan RY di ITB. Berharap aku mendengarkan cahaya  berbicara.
Senin akan membaca bab 2 dan 3. (bab 4 bagian C direvisi)
Selasa belajar belajar belajar.
Selasa malam ngeprint. Berharap bisa ke Mr.O dan mendapatkan ACC.

Pilihannya hanya:
Energiku untuk menangis atau tertawa dan menyelesaikan semuanya

*sesungguhnya warna yang kupilih :D 

Senin, 07 Oktober 2013

sayur dan buah

ini adalah sayur dan buah yang akhir-akhir ini sering berada di dekatku alias jadi makanan wajib. tadinya pengen dijelaskan manfaat dari masing-masing, tapi sepertinya tidak sempat. jadi cukup disimpan dulu saja agar mengurang kapasitas yang telah terpakai di notebook saya.














Selasa, 24 September 2013

waktu dan saya

saat ada masalah,
meski kau berjalan, mungkin akan dianggap diam;
saat kau diam, kau dianggap mundur.
saat masalah berhenti,
jika kau berjalan maka kau akan maju;
jika kau diam maka kau akan tetap diam.
so,
tetaplah berjalan karena kau tak tahu kapan masalah berhenti, atau mungkin kapan waktumu berhenti untuk selamanya.

Titik sebagai Titik

ada yang begitu jelas,, tergambar 
semakin memudar... buram.. menjadi sketsa yang tak dimengerti 
hilang per bagian hingga menjadi titik-titik yang sembarang.
saat semua titik jelas sebagai titik
saat itulah kumulai lagi menggambar
meski kutahu aku lemah.
kumulai menulis apa yang ingin kugambar
yia,, menulis kembali hingga terbaca.

perjalanan saja

Agustus 2008, semuanya begitu jelas. semua terencana. kejelasan itu mulai pudar sejak tahun 2011 akhir. semakin pudar di desember 2012. dan benar-benar pudar di januari-februari 2013. entahlah..
Juli 2913 seperti tampak cahaya meski di tengah dalamnya samudera yang bergelombang. Agustus semakin yakin itu cahaya. 
Saat ini, September,,
terlalu banyak di kepalaku, di hatiku..
Tanganku tak mampu menarik dan membuangnya.
yia,memang bukan untuk dibuang karena itu masa depanku, itu keluargaku.
Abg vs bapak perang dingin.
bapak vs mama menjaga ego masing-masing.
adik-adikku masih penuh kebahagiaan dan merasa akan selalu memilikinya. selamanya.
aku vs semuanya, tanpa ada yang tahu dan mau tahu meski ku sudah mengatakan.
"Roh memang penurut, tetapi daging lemah"
hatiku tahu apa yang terjadi, bagaimana aku menyikapinya.
tetapi badan, badanku yang 80% air sangat rapuh.
terimakasih untuk sedikit pengenalanku ini.

Cinta Pertama

film ini sebenarnya udah lama tayang. BCL masih imut-imut memerankannya. tapi entah kenapa, tadi malam aku ingin sekali mengikuti film ini kembali. aku mulai lupa akan alurnya sehingga membuatku enggan untuk mengganti ke channel lain. sebenarnya memang karena aku belum berniat tidur, jadi aku cari siaran yang layak untuk dinikmati. 
buat yang udah nonton, mungkin aku dibilang lebai untuk menuliskannya. yia, memang aku sedikit lebai. ada sesuatu yang menarik perhatianku saat itu. ketika adegan berikut:
settingnya ialah ada cewe (BCL, saat itu namanya Aulia), cowo (Kalau gak salah namanya Sanny), ada bunga warna putih, dan dengan latar sekolahan. saat itu BCL mencium wangi semerbak dari bunga putih tersebut. sang cowo melihat. spontanitas yang terpikirkan dengan matang oleh hatinya, sang cowo memetik satu bunga putih tersebut dan memberikannya kepada BCL. yia, sebenarnya adegan yang lebayyy..alayyy... tapi itu menarik perhatianku. sedikit termenung. dan kuambil sebuah pernyataanya dalam bentuk pertanyaan berikut:
"Sulitkah bagi cowo hanya untuk memetik bunga yang ada di hadapannya dan memberikannya kepada cewe yang mengaguminya?"
=itu tak akan terlupakan buat sang cewe=
hanya mau menuliskan adegan tersebut. 
sepele. kecil. aneh. tapi tetap pelajaran.

24 September 2013 @7B 

Rabu, 14 Agustus 2013

Wanita paling hebat itu ibuku..

Sempat berpikir,
Seandainya saat ini ada ibu, mungkinkah ibuku akan mengelus badanku saat aku terjatuh lunglai di pundaknya, di peluknya??
Atau bisakah aku mencurahkan seluruh isi hati ini?
Ingin rasanya tangan ibuku yang menghapus air mata ini, karena tangan ibuku seperti sutra yang paling lembut dan absorber paling bagus..
Entahlah, setiap mengingat ibu, hanya air mata yang tak bisa ku bendung dari peraduannya
Bibirku masih bisa tersenyum, mulut berkata baik, tangan mengerjakan bagiannya, kaki membawaku berkeliling,,, tapi air mata, dia melakukan tugasnya..keluar dari tubuhku..
Wanita paling hebat itu ibuku..
Berharap anakku kelak mengatakan hal yang sama.

Waktu SD, pernah diajarkan nyanyi bahasa inggris,, dan SMA, lagu itu kembali diajarkan oleh guruku..
Sempat terlupa liriknya, hingga saat aku terpisah oleh lautan, lagu itu ingin aku nyanyikan kembali..
Lirik yang cukup membuatku tahu:
Mother, haw are you today?
Here it’s a note from your daughter
With me everything it’s okay
Heeey mother haw are you today.
Mother don’t worry i am fine
Promise to see you this christmas
This time there ll’be no delay
Heey Mother how are you tody.
I found the man of my dream
Next time you will get to know him
Many things happen while i was away
Mother how are you today


26072013.00:37@kamar

PELUANG

Sekarang tepat pukul 0:25 di notebook saya. Saya masih terduduk di kamar.
Setelah selesai dari kamar mandi, saya tersadar bahwa dalam hitungan jam, umur saya genap 23 tahun. Angka yang cukup. Cukup untuk saya menyelesaikan S1. Cukup untuk saya mengabdikan diri. Cukup untuk saya memberikan sedikit kebahagiaan untuk orangtua saya. Cukup untuk mulai memikirkan adik-adik saya. Cukup untuk mulai fokus pada calon pasangan hidup selamanya. Cukup untuk jadi dewasa. Yia,,cukup!!!
Awal tahun 2013 sungguh tak membuatku bahagia. 3 bulan pertama di tahun 2013 saya hanya termenung dengan penuh air mata kesedihan. Tak seorangpun mampu menghabiskan air mataku. Selalu ada dan siap untuk menetes. Yia, berharap ada orang yang mampu menghentikan alirannya. Namun, selanjutnya aku sadar, bukan manusia yang membuatnya terus mengalir, tapi skripsi. Jikalau orang yang membuatnya terus mengalir, maka tentulah orang pula yang mampu menghentikannya. Yia,, bukan manusia!!
Bulan keempat dan kelima di tahun yang masih sama, aku mulai mampu mengusapnya. Tanganku kuat untuk sekadar menghilangkannya dari pipiku. Sekedar dan sesaat!! Di sela hari-hariku dia masih menghiasi wajahku meski tak terlihat oleh manusia yang lain. Pelupuk mataku hanya berbisik dan memastikan bahwa hanya sementara.. aku terbuai dengan bisikan itu. Yia, terbuai dan tersadar dia terlalu lama menyinggah.
Bulan keenam,, bulan yang benar-benar membuatku mengambil keputusan..
Bulan ketujuh, kabar yang membuatku ingin berteriak mengalahkan petir.. semua cara aku usahakan, semua bantuan aku cari, hampir semua orang aku buat sibuk, waktu terasa bersahabat dengan semua itu. Gedung fakultas, gedung UC, gedung BAUK, dan gedung BNI terasa menjadi saksi yang berbicara sekeras-kerasnya pada orang yang kutemui. Gedung-gedung tersebut berteriak: “hei kamu, bereskan urusan gadis itu!!!” beberapa manusia yang kutemui mampu membuatku tegar, tapi lebih banyak membuatku benar-benar menyerah. Bersyukur ada beberapa kakak yang benar-benar meluangkan waktunya dan membuatku tahu “aku ada, Aku ada”.
Masih bulan ketujuh, ada kepastian dari seorang atasan. Kepastian yang membuat kedua temanku berapi-api. Namun, aku sadar. Aku hanya seperti air saat ini. Benar-benar seperti air. Aku mengalir dengan semua peluang untuk meluluskanku. Bahkan ketika peluang itu telah penuh, aku kembali dan memutar mencari peluang lain, aku ikhlas. Tak ada kebencian sedikitpun pada siapapun. Peluangku diciptakan oleh yang empunya peluang terbesar.
Saat ini, bulan kedelapan di tahun 2013. Aku sedang ada pada aliran peluang. Berusaha mengikuti aliran dengan semampuku. Bahkan ketika waktu malam mengatakan berhenti, cukup, aku masih terus dengan peluang tersebut. Sekali lagi aku katakan pada kalian yang membaca, aku bersyukur punya bapak dan mama. Mereka punya cara lain untuk memberikan daya. Daya dari setiap kata mereka mampu membuatku membiarkan air mata bangga ada di pelupuk mata. Menghiasi setiap aliran peluang. Bahkan ketika peluang itu seakan habis, daya dari mereka mampu menciptakan air mata untuk menemukan peluang yang lebih baik. Thank God.
Pesan mamaku dalam bahasa batak: “orang cepat, ada yang mau dikejar. Orang lama, karna ada yang ditunggu”
Setelah semalaman aku terpikat, ternyata keduanya sama-sama menunggu. Bedanya, posisimu. Secara tersirat, saat mengejar kamu lelah berlari, belum tentu yang kamu kejar diam di tempat. Menunggu, kamu lelah berdiam, belum tentu yang kamu tunggu bergerak.
Entahlah, aku tak terlalu memusingkan dengan arti dari itu semua. Aku hanya bersyukur dengan daya yang berusaha diberikan oleh mamaku dengan penuh kelembutan tanpa menyakitkanku. Sedikitpun tidak menyakitkan. (Andai kalian tahu arti pesan mamaku, mungkin kalian bisa memberitahuku di lain waktu. Aku menunggu).
Aku rasa sekian dengan tulisan ini. Hanya curahan hati di tengah malam. Di tengah semua peluang.
Peluangmu saat ini adalah peluang yang orang lain mungkin tidak tahu. Temukan. Mengalirlah.

Kamis, 15 Agustus 2013; 01:02
Di: Kamar

Tertanda: emeL-emeL

Selasa, 02 Juli 2013

Hand

sesaat setelah membaca tumblerrmu:
membaca tulisanmu membuat ku sedikit lebih mengenalmu *mungkin.
membaca upload-an-mu membuatku paham apa yang kau pikirkan *mungkin.
melihat gambar2 yang kamu up-load membuatku sedikit merasakan apa yang ingin kamu tunjukkan *mungkin.
kepo tentang dirimu membuatku seakan ingin ada di dekatmu *pasti.
entahlah, keputusan yang sempat aku buat seakan roboh hanya dengan sedikit sikap kepo-ku.

sindrome apa yang mendiami diriku?
aku selalu bertanya, apa aku menyukai orang karna dia semarga dengan orang yang pernah membuatku merasa bahagia?
apa aku akan selalu menyukai orang yang perutnya sedikit seksi *versi saya?
bagaimana mungkin aku benar2 menyukai dia? atau bagaimana mungkin dia benar2 bisa membuatku sedikit mengabaikan dia yang pertama mendiami hati ini?
apa yang membuatku merasa hati ini kembali memilih?
dia sangat berbeda dari yang pertama *versi body.
awalnya aku merasa dia akan sangat menakjubkan kalau menggunakan kacamata (hal konyol karna dia tidak pernah menggunakannya) sampai waktu ketika pertandingan futsal, di pagi hari, hari sabtu, 29 Juni 2013 @MB futsal Bdg, tak sengaja mata ini melirik (mungkin) hal yang tak biasa. aku menemukannya menggunakan kacamata. dan itu sungguhhh...sungguh mengejutkanku. seperti awal yang aku pikirkan..
rasanya mata ini tidak ingin berpaling dari wajahnya yang penuh dengan keceriaan, senyuman, semangat, sangat menggemaskan!!
tak pernah aku berpikir akan sejauh ini hati ini berpetualang.
2 hari bersama di kepanitiaan mampu membuat semangat ini membara.

aku merasa ada sesuatu yang harus aku temukan di dirinya.
sempat terpikir mengapa astr menolaknya(beberapa kali). apa yang tidak pas menurut wanita itu?
senyumnya begitu tulus..
candaanya begitu tulus..

ka erni dan ka icha (semenjak kepanitian MK selalu bilang lebih enak sama eas). dan aku bilang, lebih seru sama Hand. mereka nanya "kok bisa?" aku bilang "ya gak tahu, emang lebih enak aja, seru".
sampai ketika aku dan ka icha di kepanitiaan turnamen futsal NHKB Bdg. rapat perdana, kami sedikit telat,,yia, seperti biasa, yang sudah lama tidak nongol tiba2 nongol (seidikit riuh sebentar).
aku pun duduk dekat Hand.
gak ada kepikiran apa pun selain yia emang rapat.
aku tidak begitu memikirkan apa pun, hanya belajar memahami posisiku. saat rapat, Hand sedikit usil. rambutku lah yang dimainin. pokonya berjalan menyenangkan (menurut aku). rapat selanjutnya, entah apa penyebabnya, sebelum rapat dimulai, ada aja sesuatu yang buat aku dan Hand sedikit beradu pendapat. tapi menyenangkan.
sampai benar2 pada saat Bazaar di gereja. aku dan ka icha datang jam 9 pagi, yang lain sudah ada yang di tempat. termasuk si kembar. tibalah kami beres2. aku merasa tidak ada yang salah, tapi selalu saja aku dan Hand sedikit bergurau. sampai dia katakan "iya lah kak, mentang2 di muka mu ada betadine?" (aku shock, rasanya aku sudah menghapus betadine yang aku oleskan dan aku ngerasa engga beud pokoknya)) semua langsung ngelihat ke aku *mungkin mukaku sedikit memerah..hhee
yia, tapi aku bales lagi aja gurauan biasa,,, tapi jujur aku sedikit gelisah. di pikiranku :"apaan sih ni anak, ribet amat, betadine yang mungkin udah pudar aja harus dibahas, gak banget lah"

 yang ibadah jam 9.30 pun masuk. kami hanya beberapa yang menjaga di luar. kami cerita,bergurau, dan kami membuat cendol. seperti biasa Hand mencicipi. sedikit nakal, aku hanya ngasi seujung sendok pengaduk, dia pun ngoceh. pokoknya aku sama dia sedikit berisik lah. sampe2 ka fitri bilang: "kalian berdua ini kalau ketemu kaya anjing sama kucing lah". aku benar2 pengen ketawa,, cuma, yia tersipu malu aja. setelah benar2 beres, aku ke kamar mandi. di kepalaku hanya ingin memastikan tentang betadine.*sedikit kocak. aku pun benar2 memastikan tidak ada betadine di muka ku. aku melepas rambut yang dari awal sampai di gereja aku ikat. aku kembali bergabung, dan kamu tahu, Hand pun berkomentar kembali: "cie,,yang mukanya .. atau rambutnya .. |aku ga dengar dengan jelas|". tapi emang nyenangin bareng dia.

di angkot, aku ama ka icha pun cerita ringan. ngebahas tentang omongan ka fitri. dan intinya, ka icha pun benar2 mengakui kalo Hand emang beda sama aku (beda kalo dengan ka icha ato ka erni).

saat ini, waktu lalu yang pernah membuatku senang terungkap kembali. aku tak mampu mengurutkan dari awal hingga akhir, tapi semua ada. tersimpan.
suatu saat nanti, saat aku membaca dan mengenangmu, mungkin aku sudah bersama dengan yang lain, atau aku menunggu yang pertama atau dirimu, atau aku sudah bersama dirimu. 
yang pasti, aku bukan card rider yang bisa di format untuk menghilangkan tanpa jejak semua yang pernah disimpan.
*Terimakasih untuk pernah mengisi hidup ini*

Rabu, 12 Juni 2013

emeL-emeL Si Gadis BROKOLI

Berawal ketika semasa SMA, pelajaran bahasa indonesia mengenai artikel yang intinya ngebahas tentang brokoli (lupa judul artikelnya apa). Saat itu, penasaran banget ama yang namanya brokoli itu kaya gimana (di tempat saya tinggal tidak terdapat penjual brokoli). Di dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa brokoli dapat mengobati, mencegah kanker (yang sudah besar bisa mengecil ukurannya). Tapi bukan manfaatnya yang membuat saya paling penasaran melainkan bentuknya. Digambarkan dia itu seperti bunga kol tetapi berwarna hijau, bau yang khas (sebagian orang mengatakan baunya sangat tidak enak), dan harganya yang mahal jauh melebihi harga bunga kol. Saya sampai bertanya pada penjual sayuran di pasar, namun satu pun dari mereka tidak ada yang menjual dia. Ada ibu-ibu yang tahu, namun kata beliau itu adanya di berastagih, di gunung, di tempat dingin. Alhasil, sampai saya selesai SMA, saya belum pernah berjumpa dengan dia.
Tak disangka kalau akhirnya saya bisa melanjutkan pendidikan di PTN UPI Bandung, program study pendidikan kimia. Dan secara tidak direncanakan, saya makan di warteg (dekat dengan gank ke gedung kuliah saya). Kalian tahu? Di warteg tersebut ada sayu dicampur dengan bihun putih, sangat menarik, warna sayur tersebut hijau segar, bihunnya berwarna putih yang dilumuri dengan tumisan yang sedikit kekuningan, ada irisan cabai merah dan bawang goreng yang baru ditaburkan di atasnya. Saya langsung memilih menu tersebut. Ketika saya memakannya, saya belum tahu nama sayur tersebut.
Alhasil, seiring seringnya saya makan di warteg tersebut, si mba (panggilan penjualnya yang mungkin hanya beberapa tahun lebih tua dari saya) kenal dengan saya. Karna saya sudah merasa dekat, saya pun bertanya mengenai sayur tersebut (menu tetap di warteg tersebut pada waktu antara pukul 09.30an hingga 12an). Mba tersebut mengatakan bahwa sayur tersebut bernama BROKOLI. Spontan saya mengulang “brokoli?” “yia” kata Mba tersebut. Dalam hati saya senang karna akhirnya saya bisa mengenalnya bahkan sampai mencicipinya.
Tahun bertambah. Dan saat itu sangat bumming mengenai kanker payudara. Saya pun sempat parno. Saya search mengenai gejala-gejala pengidap kanker payudara tersebut. Saya melakukan pendeteksian dini sendiri dan meyakini bahwa saya tidak mengidapnya. Sampai suatu saat (kalau tidak salah ingat, saat itu tahun 2010) di daerah dada saya ada benjolan kecil. Saya resah dan memilih memeriksakannya ke dokter di poliklinik kampus, dokter tersebut memastikan bahwa saya tidak mengidap kanker payudara, itu hanya koloidal. Dokter tersebut pun memberikan resep salep yang saya beli di apotik (obat tersebut tidak ada di poliklinik kampus). Saat saya ke apotik, teteh penjual memberikan salepnya (harganya Rp.110.000). Saya rutin menggunakannya sesuai anjuran dokter. Tapi tidak ada perubahan apapun. Malah yang dulunya tidak tersa nyeri, sekarang mulai terasa nyeri. Saya pun tidak melanjutkan menggunakan salep tersebut.
Sekarang, tahun 2013, saya merasa benjolan tersebut lebih besar dari awalnya. Saya tetap kuatir kalo itu adalah kanker. Saya searching untuk menghentikan pertumbuhannya. Saya pun menyadari yang dapat mengurangi pertumbuhan (bahkan bisa sampai sembuh total) adalah makanan yang mengandung antioksidan (anti radikal bebas). Banyak jenis sumber makanan yang dianjurkan(bisa search sendiri). Pilihan saya pun jatuh pada jenis yang pernah membuat saya penasaran setengah mati, yang baru saya jumpai di kota bandung ini, BROKOLI namanya.
Pendek cerita, saya akhirnya punya blender. Kali pertama, saya merebus brokoli tersebut kemudian saya makan. Selanjutnya saya rebus dan saya blender. Kemudian saya jenuh kalau harus merebus terlabih dahulu (butuh waktu yang lama karna saya merebusnya menggunakan ricecooker; anak kosan :P). Akhirnya saya searching lagi, ternyata dia boleh tanpa direbus langsung dikonsumsi dan itu membuat kandungan(apa pun yang dikandungnya,,hhee) tidak berkurang dan manfaatnya lebih baik daripada dimasak). Keputusan saya buat, saya jus dia, saya saring, dan yang saya ambil hanyalah sarinya. Baunya yang khas sempat membuat saya tidak ingin melanjutkan, tapi kembali lagi saya ingat tujuan saya mengkonsumsinya. Satu yang membuat saya sangat mengagumi hasil jus-an saya, warnanya yang hijau segar serasa membuat mata saya dingin dan percaya kalau itu adalah obat mujarab. Saya minum (dengan menutup hidung). Awalnya terasa berat. Beberapa teman mencemooh saya. Saya tetap mengkonsumsinya. Setiap ke pasar, selalu menjadi bahan andalan yang tak terlupakan. Saya sempat berpikir untuk mengkonsumsi dia minimal selama tiga hari dalam seminggu. Dan sampai sekarang (12 June), saya masih mengkonsumsi jusnya. Sekali ngejus, saya bisa minum 2-3 gelas jus brokoli dalam sehari. Dan serasa menjadi kebiasaan, lewat dari dua hari saya tidak minum jus brokoli, saya kerasa kecarian.
Trik yang saya gunakan, sekali belanja ke pasar, saya beli brokoli minimal setengah kilo gram, jadi bisa untuk tiga kali (atau empat kali) ngejus. Itu artinya, dalam 7 hari saya bisa mengkonsumsi jus brokoli 3 sampai 4 hari. Keren kaaaaan -____-
Tapi, meskipun saya rutin mengkonsumsi jus brokoli, benjolan itu gak berkurang (mungkin efeknya memang bukan kesitu,,hhee). Saya pun searching mengenai penyembuhan koloidal (yang akhirnya saya tahu nama penyakitnya adalah keloid). Ternyata, penyembuhan yang paling disarankan adalah dengan injeksi flamicort. sekarang saya sedang mengikuti proses tersebut, baru injeksi pertama senin lalu. Doakan yiaaa,,, selanjutnya saya usahakan akan berbagi mengenai keloid.

Buat saudara/i yang tinggal di daerah yang memiliki sumber brokoli, manfaatkanlah dengan bijak!!

Jumat, 19 April 2013

dia, dia, dan dia


Bersyukur pernah mengetahui dirimu
Dirimu ada

Aku belajar untuk tidak memilikimu
Tapi tanpa kusadari dirimu tinggal di bagian hidupku
Aku berusaha untuk membuangmu
Namun sisa dayaku tak mampu

Kuputuskan untuk membiarkan semuanya
Dan kau tahu? Aku membiarkan hatiku
Bahkan dia, dia, dan dia tak mampu melirik hatiku ‘meski kutahu dia berusaha sekuat dayanya’

Pernah menyesal mengakui aku suka ‘bahkan jatuh cinta ‘ padamu
Kata orang jatuh cinta itu luar biasa indah
Memang
Bahkan sangat indah
Dan saat ini aku sependapat dengan stand up comedy
‘jatuh cinta itu sakit, cinta akan sakit ketika dia jatuh’
Aku sangat sakit karna jatuh cinta padamu
Aku belum bisa mengangkat cinta itu

Dia, dia, dan dia bersama-sama dengan aku berusaha mengangkatnya
Semua sia-sia (maybe)
Dan hasilnya, sampai saat ini masih dirimu
Entah itu sampai kapan
Entah itu akan berakhir
Atau entah itu akan disambut olehmu

Tulisan ini berawal karna tidak ada acara yang menarik
Yia, memang dirimu
Sedikit mengenal mu menyenangkan
Thank God

13 April 2013 22.36

Kamis, 04 April 2013

Tugas Bahasa Inggris


                                                                        Nama : Meldalina Agustina Mare-Mare
                                                                        NIM : 0808738

Interesting Place For Me
At June, 2006 me and my friends went retreat. We visited Salib Kasih in Tarutung, and The Tourism Faith Park in Sidikalang. Tis two place very interested for me because have one of different with the other place and I visited it for to the first time.
Salib Kasih was place interest, beautiful, and impressive for me. It was built in ill. If theren’t fog in the night, the lamps would shine in Salib Kasih. Air circulation in Salib Kasih very natural and fresh.
The Tourism Faith Park is a beautiful resort, the arsitectur created or built place had aimed, namely: to combine all the regions in our country, such as Cristiant, Muslim, Hindu, Budha, and Katholik. This place was hold in a hill, why hold in a hill? Because from many place we can see this park, we can feel comfort and freshness, from the road we in to te park, we can feel comfort and freshness. From the road we in to the park, we walk inside and for the first built we can find a Wihara and ten countinue te next place for praying.
According me, this place is so interesting and also can increase our knowledge and it means if we can feel comfortable in this place, so we had understood about God creation for us, who are so beautiful.

**Yang aku ingat ini adala tugas kulah bahasa inggris. File-nya hilang di laptop yang rusak dulu J

Tugas Penjas


Meldalina Agustina Mare-Mare
0808738
Pendidikan Kimia B
Pendidikan Jasmani dan Olahraga di Lembaga Pendidikan


Mengapa Perlu Olahraga?
Gerak adalah ciri kehidupan. Tiada hidup tanpa gerak. Apa guna hidup bila tak mampu bergerak. Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup, meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, bergeraklah untuk lebih hidup, jangan hanya bergerak karena masih hidup.
Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan kebutuhan idup yang sifatnya periodik; artinya olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi fisiologisnya, stabilitas emosioanal dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul pada siswa-siswa yang aktif mengikkuti kegiatan Penjas-Or dari pada siswa-siswa yang aktif mengikuti Penjas-Or (Renstrom & Roux 1988, dalam A. S. Watson: Cildren in Sport dalam Bloomfield, J, Fricker P. A. and Fitch, K. D., 1992).
Olahraga Kesehatan meningkatkan derajat Sehat Dinamis (Sehat dalam gerak), pasti juga Sehat Statis (Sehat dikala diam), tetapi tidak pasti sebaliknya. Gemar berolahraga: mencegah penyakit, hidup sehat dan nikmat! Malas berolahraga: mengundang penyakit. Tidak berolahraga: menelantakan diri!
Kesibukan dalam kehidupan “Duniawi” sering menyebabkan orang menjadi kurang gerak, disertai stress yang dapat mngundang berbagai penyakit non-infeksi di antaranya yang terpenting adalah penyakit kardio-vaskular (pnyakit jantung, tekanan sarah tinggi dan stroke). Hal ini banyak dijumpai pada kelompok usia pertengahan, tua dan lanjut, kususnya yang tidak melakukan olahraga. Olahraga (kesehatan): Banyak gerak dan bebas stress, mencegah penyakit dan menyehatkan! Olahraga adalah kebutuhan hidup bagi orang yang mau berpikir. Bukan Allah menganiaya manusia, tetapi manusia menganiaya dirinya sendiri. Pemahaman dan perilaku ini suda harus ditanamkan sejak usia dini, yaitu semenjak usia mereka masih di tingkat pendidikan dasar, baik di sekolah umum maupun di pondok pesantren. Cara penyajian penjas-or di sekolah maupun di pondok pesantren harus dapat menjadikan siswa/santri menjadi butuh akan penjas-or khususnya demi kesehatannya serta dukungan bagi kemampuan belajarnya, sehingga siswa/santri akan selalu menyambut gembira setiap datang mata pelajaran penjas-or. Oleh karena sudah menjadi kebutuhan, maka mereka akan merasa dirugikan manakala mata pelajaran penjas-or ditiadakan seperti yang terjadi selama ini bila mereka akan menghadapi ujian akhir. Untuk ini diperlukan guru-guru penjas-or yang paham benar akan makna penjas-or di sekolah maupun di pondok pesantren.
Konsep olahraga kesehatan adalah: padat gerak, bebas stress, singkat (cukup 10-30 menit tanpa henti), adekuat, massal, mudah, meriah dan fisiologis (bermanfaat dan aman). Massal: ajang silaturahmi, ajang pencerahan sress, ajang komunikasi sosial. Jadi olahraga kesehatan membuat manusia menjadi sehat jasmani, roani dan sosial yaitu sehat seutuhnya sesuai konsep sehat WHO. Adekuat artinya cukup, yaitu cukup dalam waktu (10-30 menit tanpa henti) dan cukup dalam intensitasnya. Menurut Cooper (1994), intensitas olahraga kesehatan yang cukup yaitu apabila denyut nadi latihan mencapai 65-80% DNM (denyut nadi maximal: 220 – umur dalam tahun).
Sehat dinamis hanya dapat diperoleh bila ada kemauan mendinamiskan diri senidri khususnya melalui kegiatan olahraga (kesehatan). Hukumnya adalah: siapa yang makan, diala yang kenyang! Siapa yang mengolah-raganya, dialah yang sehat! Tidak diolah berarti siap dibungkus! Klub Olahraga Kesehatan adalah Lembaga Pelayanan Kesehatan (Dinamis) di lapangan. Dalam kaitan dengan ini maka setiap Lembaga Pendidikan Umum maupun Pondok-pondok Pesantren harus juga berfungsi sebagai Lembaga Pelayanan Kesehatan Lapangan, dalam rangka program pokok.
Contoh olahraga kesehatan berbentuk senam yang dapat mencapai sasaran-3 (Aerobiks) ialah senanm pagi indonesia seri D (SPI-D). Satu seri SPI-D memerlukan waktu 1’45”, sehingga untuk memenuhi kriteria waktu yang adekuat maka SPI-D harus dilakukan minimal 6x berturut-turut tanpa henti, yang akan mencapai waktu 10.5 menit. Menurut penelitian, bila SPI-D dilakukan dengan sungguh-sungguh maka intensitasnya dapat mencapai tingkat adekuat sesuai kriteria Cooper. SPI-D ini macam gerak dan tata urutannya sudah berpola tetap sehingga lama kelamaan peserta sudah hapal, maka rangsangan terhadap proses berpikir menjadi berkurang. Oleh karena itu senam aerobik pada umumnya yang tidak berpola tetap adalah lebih baik dalam hal rangsangannya terhadap proses berpikir.

Ciri Olahraga Kesehatan
Pesantai adalah orang yang tidak melakukan olahraga sehingga cenderung kekurangan gerak. Sebaliknya pelaku olahraga berat melakukan olahraga lebih dari keperluannya untuk pemeliharaan kesehatan. Maka pelaku olahraga kesehatan adalah orang yang tidak kekurangan gerak tetapi bukan pula pelaku olahraga berat. Olahraga yang dianjurkan untuk keperluan kesehatan adalah aktivitas gerak raga dengan intensitas yang setingkat di atas intensitas gerak raga yang biasa dilakukan untuk keperluan pelaksanaan tugas kehidupan sehari-hari (Blair, 1989 dalam Cooper, 1994). Dalam olahraga kesehatan, setiap peserta harus berusaha mengikutinya sebaik mungkin gerak/instruksi pelatih, namun tentu harus sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Ciri olahraga kesehatan secara teknis-fisiologis adalah:
ü  Gerakannya mudah, sehingga dapat diikuti oleh orang kebanyakan dan seluruh siswa/santri pada umumnya (bersifat massal), sehingga dapat memperkaya dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar, gerak yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan hidup sehari-hari.
ü  Intensitasnya sub-maksimal dan homogen, bukan gerakan-gerakan maksimal atau gerakan eksplosif maksimal (faktor keamanan).
ü  Terdiri dari satuan-satuan gerak yang dapat (secara sengaja) dibuat untuk menjangkau seluruh sendi dan otot, serta dapat dirangkai untuk menjadi gerakan yang kontinu (tanpa henti) – faktor penting untuk dapat mengatur dosis dan intensitas olahraga kesehatan.
ü  Bebas stress (non kompetitif)
ü  Diselenggarakan 3-5x/minggu (minimal 2x/minggu)
ü  Dapat mencapai intensitas antara 60-80% denyut nadi maksimal (DNM) sesuai umur. DNM sesuai umur = 220 – umur dalam tahun. Sebaiknya tiap peserta mengetahui cara menetapkan dan menghitung denyut nadi latihan masing-masing.
Perlu pula dikemukakan bahwa sampai usia sekitar 14 tahun (usia pubertas) tidak perlu ada pemisahan siswa atas dasar jenis kelamin (Watson, 1992), karena baru akan berdampak nyata di atas usia tersebut.

Sasaran Olaraga Kesehatan
-        Sasaran-1: memelihara dan meningkatkan kemampuan gerak yang masih ada, termasuk memelihara dan meningkatkan fleksibilitas dan kemampuan koordinasi.
-        Sasaran-2: meningkatkan kemampuan otot untuk meningkatkan kemampuan geraknya lebih lanjut. Latihan dilakukan dengan menerapkan prinsip pliometrik!
-        Sasaran-3: memelihara kemampuan aerobik yang telah memadai atau meningkatnya untuk mencapai sasaran minimal kategori “sedang”.
Perlu ditekankan sekali lagi bawa olahraga kesehatan adalah gerak olahraga dengan takaran sedang, bukan olahraga berat! Jadi takarannya ibarat makan: berhentilah makan menjelang kenyang; jangan tidak makan oleh karena bila tidak makan dapat menjadi sakit, sebaliknya jangan pula kelebihan makan karena kelebihan makan akan mengundang penyakit. Artinya berolahragalah secukupnya (adekuat), jangan tidak berolahraga karena kalau tidak berolahraga mudah menjadi sakit, sebaliknya kalau melakukan olahraga secara berlebihan dapat menyebabkan sakit.
Keterkaitan kesehatan, pandidikan jasmani dan olahraga. Untuk lebih memudahkan baasanya perlu lebih dahulu sikutip kembali hal-hal yang tersebut di bawah ini:
*Sehat dan Kesehatan
-        Sehat merupakan dasar bagi segala kemampuan jasmani, rohani maupun sosial.
-        Memelihara dan meningkatkan kesehatan: cara yang terpenting, termurah dan fisiologis adalah melalui olahraga.
-        Acuan sehat adalah sehat paripurna dari organisasi kesehatan dunia.

*Pendidikan Jasmani dan Olahraga
-        Pandidikan jasmani adalah pendidikan dengan menggunakan media kegiata jasmani.
-        Olahraga adalah pelatihan jasmani
-        Pendidikan jasmani dan olahraga adalah pendidikan dan pelatihan jasmani, yang dalam lingkup persekolahan/pesantren bararti pelatihan jasmani, rohani dan sosial menuju kondisi yang lebih baik yaitu sejahtera paripurna (peningkatan mutu sumber daya manusia).

*Olahraga Gerak:
-        Gerak adalah ciri kehidupan.
-        Memelihara gerak adalah mempertahankan hidup.
-        Meningkatkan kemampuan gerak adalah meningkatkan kualitas hidup.
-        Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk meningkatkan kemampuan gerak yang berarti meningkatkan kualitas hidup.
-        Olahraga merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial menuju sejahtera paripurna.
-        Hanya orang yang mau bergerak-berolahraga yang akan mendapatkan manfaat olahraga.

*Olahraga Kesehatan:
-        Intensitasnya sedang, setingkat di atas inrensitas aktivitas fisik dalam menjalani kehidupan sehari-hari
-        Meningkatkan derajat kesehatan dinamis – sehat dengan kemampuan gerak yang dapat memenuhi kebutuhan gerak kehidupan sehari-hari.
-        Bersifat padat gerak, bebas stress, singkat (cukup 30 menit tanpa berhenti), mudah, murah, meriah massal, fisiologis (manfaat dan aman).
Sejahtera – massal: ajang silaturahmi rohani dan sosial
Sejahtera rohani – ajang pencerahan stress – ajang sejahtera sosial komunikasi sosial.

*Kondisi Pendidikan Jasmani dan Olahraga saat ini
-        Waktu yang tersedia = 2 x 45 menit/minggu
-        Sarana – prasarana sangat terbatas
Kurikulum penjas-Or lebih berorientasi kepada olahraga kecabangan:
1.      Cenderung individual dan cenderung mengacu pencapaian prestasi
2.      Olahraga prestasi mahal dalam hal:
Ø  Sarana – prasarana
Ø  Waktu, perlu masa pelatihan yang panjang
Ø  Tenaga dan biaya.

Kesimpulan
Pendidikan jasmani dan olahraga di lembaga pendidikan harus ditekankan pada olahraga kesehatan dan latihan jasmani untuk meningkatkan derajat sehat dinamis dan kemampuan motorik dan koordinasi yang labih baik, agar para siswa selama masa belajar memiliki kualitas idup yang lebih baik, serta dapat siharapkan menjadi atlet berprsetasi dan sumber daya manusia yang bermutu di masa depan.

Saran
1.      Reorientasi penjas-or sebagai program kurikuler perlu ditinjau kembali kaitannya dengan:
-        Relevansinya dengan kebutuhansiswa/santri
-        Manfaat yang diharapkan
-        Kondisi nyata persekolahan:
Ø  Jatah waktu / jam pelajaran per minggu
Ø  Sarana – prasarana yang tersedia
2.      Reposisi penjas-or perlu dikembalikan pada posisi dasar fungsinya yaitu:
-        Penggunaan olahraga/kegiatan jasmani sebagai media pendidikan
-        Penggunaan olahraga sebagai alat pelatihan untuk memelihara dan meningkatkan derajat sehat dinamis menuju kondisi sejahtera paripurna sesuai konsep sehar WHO.
3.      Revitalisasi dan reaktualisasi penjas-or di sekolah dan pondok pesantren dengan orientasi dan posisinya yang baru perlu digalakkan kembali (revitalisasi) dengan menekankan konsep olahraga kesehatan (reaktualisasi) sebagai pokok bahasan dan penyajiannya. Oleh karena durasi pelaksanaan olahraga kesehatan cukup 10-30 menit, maka jatah pertemuan 2 x 45 menit/minggu, dapat disajikan sebagai materi untuk 2 x pertemuan/minggu @ 30 menit, sehingga memenuhi persyaratan minimal olahraga kesehatan.
4.      Kualitas petugas keberhasilan misi di tingkat lapangan sangat ditentukan oleh kualitas petugas serta pemahamannya mengenai makna penjas-or bagi lembaga pendidikan serta ketulusan dan kesungguhan dalam pengabsiannya.
5.      Kebutuhan penjas-or di sekolah dan pondok pesantren harus dirasakan sebagai kebutuhan oleh siswa/santri, sehingga mereka akan merasa dirugikan manakala mata pelajaran penjas-or ditiadakan.
6.      Olahraga prestasi olahraga kecabangan yang bersifat prestatif perlu pula dikembangkan namun sebaiknya ditempatkan sebagai materi ekstrakurikuler, sebagai tempar penyaluran bakat dan minat siswa/santri.