Minggu, 20 Oktober 2013

sesungguhnya warna yang kupilih

Sekarang tanggal 12 10 12. Angka yang bagus bukan?
Melihat tanggal, aku ingin menuliskan sesuatu untuk kuingat di waktu yang akan datang.
Tanggal tersebut tentu salah. Tahun ini adalah tahun 2013. Dan tanggal yang benar ialah 12 10 13. Satu tahun berlalu. Sesungguhnya, angka yang bagus ialah esok, 13 10 13.
Tapi ini bukanlah mengenai angka bagus.
Hari ini aku kembali merevisi bagian awal,,berharap fix.
Cahaya yang semula tampak semakin terang, sekarang begitu menyilaukanku. Mataku tak sanggup melihatnya. Cahaya itu tiba-tiba sangat terang. Aku pasrah, berserah. Aku menutup mata. Aku berharap cahaya itu bisa berbicara dan menunjukkan arah jalan untuk kakiku melangkah. Aku berharap, saat mataku kubuka, aku melihat semua dan tersenyum.
Itu mungkin ungkapan hatiku saat ini.
Hatiku sakit. Mataku ingin berolahraga tapi tak mampu. Kakiku ingin melangkah cepat, berlari, bahkan tak ingin menyentuh tanah. Aku ingin terbang. Terbang.
Adakah sayapku? Adakah sayap yang membuatku mampu meninggakalkan ini semua? Jujur, bukan itu yang kumau.
Aku tak mau meninggalkan semua. Semua yang begitu manis saat awalnya. Awal yang membuat kedua orangtuaku, keluargaku bangga. Yia, mereka begitu bahagia.
Sudah panjang perjalananku. Aku tak mau berhenti di sini. Aku mau sampai. Aku mau ke jalan selanjutnya.
Meski aku yang ingin menghentikannya. Tapi aku sendiri pula yang meyakinkan untuk tidak berhenti. Aku sendiri yang meyakinkan untuk menyelesaikan perjalanan dan sampai. Aku sendiri yang meyakinkan kalau aku bisa. Aku sendiri yang meyakinkan ada jalan selanjutnya yang sudah menunggu setelah aku menyelesaikan perjalanan ini. (Aku sendiri baca DIA)
Ini semua tentang..
Kemarin, waktu bimbingan dengan p’e, beliau menyinggung mengenai penggantian judul. Aku stress.. kuatir.. rasanya aku ingin bilang, aku sudah tidak mau lagi. Aku ingin segera sidang. Tapi, aku terdiam. Akhirnya beliau mengatakan, yia sudah. Saya baca dulu. Rabu revisisan ada.
Lalu saya menyinggung mengenai sidang. Beliau mengatakan, kalau saya, boleh. Tapi kan tidak saya saja. Mr.O juga.
Spontan hatiku sangat beku. Aku butuh oksigen. Aku bersyukur aku mengenal Dia. Aku masih bisa tersenyum. Jujur, malamnya aku tidak menangis.
Aku tahu, masih banyak kekurangan. Bahkan mungkin masih banyak hal yang ingin akau tanyakan. Tapi semua itu sama saja. Seandainya aku tidak jadi sidang, mungkin semua akan sama saja. Jadi mengapa aku harus tidak sidang?
Tak ada yang tahu  seperti apa hatiku sesungguhnya. Terkadang aku pun tak tahu. Bisakah aku tidak mengetahui hatiku sesungguhnya? Apa ini? Kenapa?
Hhaha.. aku suka menertawakan diriku. Itu membuatku sadar. Waras. Bahagia. Sakit. Wuaaaaa... tapi itu membuatku bahagia. Aku punya energi. Yia, aku bisa menghasilkan energi sendiri.
Tanggal 18/10 (hari jumat minggu depan) adalah hari terakhir pengumpulan draft. Senin dan selasa adalah hari libur. Rabu revisian dari dospemb1 ada. Aku enggak tahu apa hari rabu depan akan membuatku tersenyum atau menangis. Aku akan menyimpan energiku beberapa hari ini untuk hari rabu. Energiku untuk menangis atau tertawa dan menyelesaikan semuanya.
Yia, itu yia itu..
Sekarang aku mau ngebenerin diri di latar belakang. Berharap malam ini bisa fix.
Aku juga mau ngebuat power point.
Besok, Minggu jam 10 mau share dengan RY di ITB. Berharap aku mendengarkan cahaya  berbicara.
Senin akan membaca bab 2 dan 3. (bab 4 bagian C direvisi)
Selasa belajar belajar belajar.
Selasa malam ngeprint. Berharap bisa ke Mr.O dan mendapatkan ACC.

Pilihannya hanya:
Energiku untuk menangis atau tertawa dan menyelesaikan semuanya

*sesungguhnya warna yang kupilih :D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar