Rabu, 20 Agustus 2014

Rangkaianku Membutuhkanmu

Selembar kertas putih yang bergaris rapi, awalnya tak memiliki warna putih bahannya.
Awalnya keras, coklat kehitaman, sedikit berbau, dimatikan pertumbuhannya, dipotong-potong, dicincang, dibubur, direndam....
Yia.... Awalnya sangat "menjijikkan"
Dia berawal dari sebuah selulosa yang raksasa
Selulosa yang tidak dibutuhkan tubuhku
Selulosa yang bisa merusak tubuhku
Bahkan, melukai kulitku... Yia, permukaan tubuhku.
Ceritanya, terpikir olehku buku yang beberapa hari ini selalu bersamaku.
Dia memanggil jariku untuk menari di atasnya.
Jari yang selama ini hampir terbiasa dengan smartphone.
Di sini, aku bertemu dengan 59 orang. Mungkin, baru setengahnya yang aku tahu.
Hati ini bertanya, hati yang kata orang berwarna merah ingin menjadi seperti kertas berwarna putih yang bergaris rapi. Hati ini ingin mengundang nama untuk menari-nari hingga, hati ini tahu TARIAN apa yang diciptanya.


Ajarku untuk merangkai
Atau merangkailah bersamaku
Setidaknya rangkailah rangkaianku
Birumu tak Berbiru

Selama ini aku telah melihatmu, hijau, butek, biru, terkadang merah jingga.
aku juga sudah pernah bersamamu di pangandaran
Dengan pesona biru yang tak terwarnakan
Sedikit percaya dengan biru itu
Aku masuk memelukmu, mengambilmu, tapi tak berbiru sedikit pun
Sedikit menangis, tapi air mataku menyatu biru
Aku buktikan lagi birumu dalam botol tak biru dan kau sama
Mungkin, di pangandaran kau berbeda
Ingin kubuktikan birumu di lainnya
Seandainya kau tak biru, mungkinkah aku masih mengagumimu?
Menginginkan memelukmu?
Ya, birumu, hijau, merah,
Terbukti tidak berbiru
Saat itu,,
sekarang ingin membuktikan lagi!!